Minggu, 21 November 2010

Perokok Pasif-Aktif Sama Bahaya

Perokok Pasif-Aktif Sama Bahaya

PDF

Cetak

E-mail

 

Sabtu, 01 Mei 2010 00:14

http://sumeks.co.id/images/stories/01-05-2010/met-dr.jpgPeringatan tertulis pada setiap bungkus rokok "merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin" bukan sebatas slogan. Menurut dr M Yusuf Hanafiah Pohan, spesialis paru RSMH, merokok memang menyebabkan sejumlah penyakit fatal.      "Di antaranya, paru-paru obstruktif kronis (PPOK) dan tumor paru. Kedua penyakit itu disebabkan karena rokok," katanya kepada Sumatera Ekspres kemarin (30/4). PPOK adalah gangguan pada sistem pernapasan akibat penyempitan saluran napas yang bersifat permanen dan progresif.
       Penyakit ini menggerogoti penderita hingga akhir hayat.
Ada dua bentuk utama PPOK, yaitu bronkitis kronis dan emfisema paru. Bronkitis kronis yakni peradangan saluran napas kronis yang ditandai gejala batuk berdahak minimal tiga bulan dalam setahun dan sekurang-kurangnya terjadi dua tahun berturut-turut.
       "Penderitanya banyak usia lanjut yang dulunya seorang perokok," ungkapnya. Sementara, emfisema paru merupakan pelebaran alveoli (gelembung udara paru) disertai kerusakan dinding (septum interalveoler) hingga beberapa gelembung paru menyatu (overinflasi). Ini mengakibatkan sesak napas menetap, dan semakin lama cenderung semakin berat.
       Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, PPOK menempati peringkat ke-4 sebagai penyakit yang menyebabkan kematian di
Indonesia pada tahun 2010.  Merokok juga dapat memperparah penyakit lain yang memang sudah diderita sebelumnya. Ada dua zat utama dalam kandungan rokok yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Yakni nikotin dan tar.
       "Tar merupakan gabungan zat-zat kimia yang bersifat karsinogenik. Di antaranya menyebabkan kanker," beber dr Yusuf lagi. Banyak penderita penyakit paru merupakan perokok. Tak jarang mereka yang tidak merokok, tapi sering menghisap asap rokok. Diakuinya, penderita PPOK saja dalam tiap bulan ratusan orang yang rawat jalan di RSMH. Di antaranya, belasan orang terpaksa dirawat inap.
    Meski belum ada data pasti, namun dr Yusuf mengatakan, persentase penderita penyakit paru sebagai dampak dari merokok cukup besar. Dikatakannya, tidak benar perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif. "Yang benar keduanya sama-sama berbahaya. Menghisap nikotin dan tar,"cetusnya. Hanya, efek ketagihan merokok memang akan dialami perokok aktif.
    Tak hanya dua penyakit itu, dampak buruk lain dari merokok yakni sebabkan penyakit kantung kemih, kanker mulut, dan lainnya. Kata Yusuf, berhenti merokok memang sulit dan menyakitkan. Namun bukan berarti itu tidak bisa dilakukan. "Kuncinya kemauan dan tekad yang kuat. Yang paling baik caranya berhenti seketika, jangan coba-coba lagi menghisap rokok. Memang orang itu akan mengalami gejala putus rokok. Kalau gejalanya berat bisa konsul ke dokter. Angka keberhasilannya cukup tinggi," bebernya.
    Selain cara itu, bisa juga dengan mengurangi jumlah rokok yang dihisap tiap harinya. Bisa pula dengan menunda waktu merokok setiap harinya. "Kalau biasa bangun tidur pagi langsung merokok, coba tunda dua jam. Besoknya tunda lebih lama dan seterusnya sampai tidak lagi ada keinginan untuk merokok,"ucap dr Yusuf. Dengan berhenti merokok akan bantu pemulihan fungsi paru secara alami.
    Setengah jam saja berhenti merokok, tekanan darah dan pernapasan akan berangsur-angsur normal. Kalau 12 jam, kadar CO (karbonmonoksida) sudah normal. Untuk kelainan anatomi akibat merokok, sulit untuk dipulihkan. Misalnya PPOK, dimana saluran pernapasan menebal menyempitkan saluran napas itu sendiri. Selain terapi dengan pengobatan, yang penting dilakukan yakni menerapkan pola hidup teratur. Selain dibantu obat dalam terapi, stop merokok, olahraga teratur, makan empat sehat
lima sempurna.
       Ia menyatakan, berdasar penelitian dan hasil statistik yang sudah dipublikasikan, kematian akibat rokok cukup tinggi. Dari seluruh kematian dibagi dengan jumlah kematian akibat rokok  per hari, didapat hasil setiap 13 detik ada satu kematian akibat merokok,"pungkas dr Yusuf.(46)


 

Kenapa Renang Bisa Ringankan Asma?


Kenapa Renang Bisa Ringankan Asma?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

 

img
Michael Phelp (foto: beijing2008)

Jakarta, Penyakit asma kadang membatasi aktivitas fisik karena takut terlalu lelah dan akhirnya penyakitnya kambuh. Renang adalah salah satu solusi meringankan penyakit asma. Kenapa harus olahraga renang?

Serangan asma bisa dipicu oleh aktivitas fisik yang berlebihan. Banyak penderita asma yang mengalaminya saat melakukan olahraga berat, sehingga disebut juga Exercise Induced Asthma (EIA).

Olahraga yang dapat memicu EIA biasanya dilakukan dengan ritme yang cepat dan menguras banyak energi dalam waktu yang singkat. Di antaranya adalah basket, lari cepat (sprint) dan tenis.

Sedangkan olahraga yang jarang menimbulkan EIA contohnya dalah senam dan bersepeda. Sebab, olahraga semacam itu umumnya bisa dilakukan dilakukan secara pelan dan bertahap.

EIA juga tidak pernah terjadi pada olahraga renang. Ketua Dewan Asma Indonesia (DAI), Prof. dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P. (K) bahkan membenarkan bahwa renang bisa menyembuhkan asma.

"Ada sejumlah alasan mengapa berenang baik untuk penderita asma," ungkap Prof. Faisal dalam acara bincang-bincang dengan media menyambut Hari Asma Dunia 2010 hari ini (4/5/2010), yang digelar DAI bersama Yayasan Asma Indonesia dan didukung oleh GlaxoSmithKline Indonesia di Hotel Akmani, Jl Wahid Hasyim, Jakarta.

Kenapa harus renang?

Pertama, renang adalah olah raga yang melatih seluruh otot pernapasan. Mulai dari dada, perut, bahu dan pundak semuanya ikut bergerak sehingga bisa memperbaiki kondisi pada penderita asma.

Kedua, sebagian besar serangan asma dipicu oleh udara kering. Hal ini tidak terjadi saat berenang, karena pernapasan terjadi di dekat permukaan air. Uap membuat udara yang masuk tidak kering.

Ketiga, beberapa penderita asma merasa rendah diri karena aktivitas fisiknya terbatas. Berenang bisa membangkitkan percaya diri serta semangat hidup, dan secara psikologis akan mengurangi risiko serangan.

Kontrol Asma

Namun bukan berarti olahraga lain tidak boleh dilakukan oleh penderita asma. Masih menurut Prof. Faisal, sebenarnya asma tidak perlu menghalangi aktivitas jika terkontrol dengan baik.

"Salah seorang pemain bulutangkis terkenal dari Indonesia adalah penderita asma, namun dia bisa menjuarai All England," ungkapnya, merujuk mantan atlet nasional Liem Swie King.

Berdasarkan panduan dari Global Initiative for Asthma (GINA), asma dikatakan terkontrol apabila memenuhi 6 kriteria berikut:

  1. Tidak pernah atau jarang mengalami gejala harian (maksimal 2 kali/minggu)
  2. Tidak pernah terbangun karena asma
  3. Tidak pernah atau jarang menggunakan obat pelega (maksimal 2 kali/minggu)
  4. Dapat melakukan aktivitas dan latihan fisik secara normal
  5. Hasil tes fungsi paru-paru normal atau mendekati normal
  6. Tidak pernah mengalami serangan asma.


Untuk dapat memenuhi 6 kriteria tersebut, Prof. Faisal menganjurkan penderita asma untuk rajin memakai obat pengontrol. Salah satunya adalah steroid, yang tersedia dalam bentuk spray.

Sumber :

http://health.detik.com/read/2010/05/04/150052/1350920/763/kenapa-renang-bisa-ringankan-asma?

Sabtu, 20 November 2010

Rumput Sintetis Untuk Lapangan Sepak Bola


 Sepakbola adalah olahraga paling populer internasional. Seperti olahraga profesional lainnya, atlet sepak bola berasal dari berbagai negara di seluruh dunia. Namun, sepak bola adalah olahraga yang paling diakui internasional. Hal ini tanpa keraguan bahwa sepak bola memiliki basis penggemar yang tertinggi dari semua olahraga di dunia. Itulah sebabnya penting bahwa pemain sepak bola yang menawarkan rumput sintetis terbaik untuk memuaskan para pemainnya. Pemain seperti kita tahu betapa pentingnya bermain pada permukaan yang konsisten dan merasakan di bawah kaki kita untuk dapat memotong dengan cepat dan bergerak cepat. Kita juga tahu bagaimana praktek penting untuk permainan kami. Apakah Anda bermain untuk bersenang-senang atau berada di liga, Anda ingin untuk dapat bermain secara konsisten. Kadang-kadang rumput alami bukanlah solusi terbaik terutama setelah hujan karena sangat sulit untuk bergerak karena lumpur dan genangan air. rumput sintetis yang menyediakan solusi alternatif untuk sepak bola keinginan dan kebutuhan Anda. Ini dapat memberikan Anda permukaan kering bahkan setelah hujan.
Ketika kita berbicara tentang sepak bola pada tingkat profesional, alasan yang lebih untuk percaya bahwa rumput sintetis harus menjadi solusi ideal. Alasannya adalah karena mengambil uang secara keseluruhan lebih banyak untuk mempertahankan lapangan rumput profesional alami dibandingkan dengan rumput buatan. Layanan-layanan pemeliharaan termasuk memotong, penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan lukisan. Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana alam bidang rumput dibawa kembali ke yang baru? Itu karena harus dicat ulang setelah setiap kali digunakan lapangan, terutama setelah penggunaan berat. Semua layanan ini dapat menambahkan hingga tagihan besar dan kuat dan mahal. Anda dapat mengatasi bahwa ketidaknyamanan dengan beralih ke rumput sintetis. Anda tidak perlu lagi mengecat lapangan, karena dengan rumput sintetis, cat permanen dan tidak menular. Satu-satunya hal yang harus Anda lakukan untuk melestarikan, dan mempertahankan bidang rumput sintetis adalah untuk mengambil puing longgar dan memilikinya dipersiapkan setiap sekarang dan kemudian. Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu bermain daripada mempertahankan, sepanjang tahun.
pemain sepak bola perlu ladang untuk menawarkan traksi dan stabilitas, dan rumput sintetis menyediakan karakteristik tersebut. Sementara traksi dan stabilitas penting, juga penting bagi kita untuk tahu bahwa sepak bola adalah olahraga kontak seperti basket dan sepak bola. Dengan kontak fisik, cedera datang tak terelakkan. Kita semua tahu risiko ketika bermain semua jenis olahraga kompetitif. Meskipun menawarkan rumput alam yang alami rasakan ketika melakukan kontak dengan tanah, rumput sintetis juga dapat meniru karakteristik alam untuk mengurangi cedera juga. rumput sintetis telah kerikil seperti butiran disebut pengisi yang berfungsi sebagai lapisan bawah untuk menyerap kejutan dari bawah kaki Anda, dan memberikan bantal kepada rumput sintetis untuk terasa alami. Selain itu, juga ramah lingkungan, dan tidak memiliki bahan kimia berbahaya. Dengan mengatakan bahwa, rumput sintetis akhirnya dapat menjadi standar di bidang olahraga untuk pemain sepak bola sama.

Rp 3 Miliar untuk Rumput GBK

12/01/2010
Oleh: kompas.com
Menunggu selesainya kompetisi Indonesia Super League, rumput lapangan Gelora Bung Karno akan diganti dengan jenis rumput yang digunakan di lapangan bola luar negeri, yaitu jenis rumput matrela tropis.
Rumput lapangan sepak bola Gelora Bung Karno atau GBK akan diganti seusai kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Dananya antara Rp 3 miliar dan Rp 3,5 miliar.

Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha (PPU) GBK M Niagara di Jakarta, Senin (11/1/2010) mengatakan, penggantian rumput tersebut akan dilakukan pada bulan Juli 2010.

"Dibutuhkan waktu dua bulan untuk mengganti rumput stadion. Itu waktu yang cepat jika dibandingkan penggantian yang biasa," katanya saat dikonfirmasi.

Selama ini penggantian rumput dilakukan selama tujuh bulan. Namun, khusus untuk penggantian saat ini, waktunya dipercepat menjadi dua bulan.

Menurut dia, mekanisme penggantian rumput berbeda dengan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu pertandingan, baik nasional maupun internasional.

"Biasanya ditanam seusai lapangan diperbaiki. Itu butuh waktu lama. Nanti, rumput ditanam di lapangan lain, jadi tinggal dipindahkan saja. Itu lebih cepat," katanya.

Ia menambahkan, jenis rumput yang akan digunakan sama dengan rumput-rumput yang digunakan di lapangan bola di luar negeri, yaitu matrela.

"Khusus di GBK akan menggunakan matrela tropis. Jenis ini lebih tebal dibandingkan dengan matrela yang digunakan di negara empat musim," katanya.

Anggota Komisi Disiplin PSSI itu menambahkan, guna merealisasikan penggantian rumput GBK itu, pihaknya menganggarkan Rp 3 miliar sampai Rp 3,5 miliar. Selain penggantian rumput, pihaknya juga akan memperbaiki beberapa infrastruktur yang lain.

Tuntasnya penggantian rumput tersebut dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan Piala AFF yang rencananya akan digelar pada November 2010.

Video Shooting